Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)

Berikut ini berkas mengenai Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Download file format PDF. Berkas ini merupakan salah satu Vocational Education Policy, White Paper yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK - Dirjen Dikdasmen - Kemdikbud RI.

Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Sekolah Menengah Kejuruan
Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Sekolah Menengah Kejuruan

Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Sekolah Menengah Kejuruan

Pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan berbagai sumber belajar sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media yang mendukung secara konsepsi memiliki tujuan pendidikan yang baik. Namun sistem ini perlu desain dan teknik pembelajaran yang khusus agar dapat diterapkan. Evaluasi kebijakan ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan jarak jauh yang dilaksanakan di SMK, khususnya di Jawa Barat. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa pendidikan jarak jauh dinilai kurang tepat apabila diterapkan pada SMK. Hal ini dikarenakan pembelajaran berbasis kompetensi kejuruan memerlukan suatu pendekatan yang berbeda dalam hal perencanaan, perancangan, penyampaian pembelajaran kejuruan dibandingkan dengan pembelajaran jarak jauh. Peserta didik juga membutuhkan layanan pembelajaran khusus untuk motivasi diri agar memulai dan mengembangkan persistensi dan keahlian-keahlian dalam tugas yang bersifat mandiri. Selain itu, terdapat kendala dukungan administratif untuk proses pembelajaran jarak jauh. Ditambah, Tidak terbukti adanya jaminan PJJ pada SMK untuk mampu mencapai Kompetensi lulusan sesuai Permendikbud Nomor 34 tahun 2018 dan program ini juga berpotensi sebagai sarana penyelewengan pemanfaatan dana BOS SMK. Program PJJ SMK yang ada selama ini akan lebih baik apabila dialihkan ke program paket C Kejuruan karena target peserta didik yang mendapatkan layanan pendidikan sama dengan yang dipersyaratkan pada program paket C Kejuruan.

Konsep dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yakni otonomi pembelajar – penentuan proses belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Dengan demikian, pembelajar, guru pengajar, maupun sumber belajar dapat terpisah tempat selama atau setidaknya dalam sebagian besar waktu belajarnya. Oleh karena terpisah tempat, dan dalam banyak kesempatan juga terpisah waktu, maka diperlukan sebentuk teknologi yang tepat untuk mengantarkan bahan pembelajaran dan untuk berinteraksi satu sama lain. Teknologi sebagai sarana pengantaran bahan pembelajaran dan sarana berinteraksi menjadi penting karena salah satu esensi PJJ adalah upaya mendekatkan pendidikan kepada yang memerlukan.

Dalam hal ini, terminologi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Moore dan Kearsley dalam tulisannya Distance education: A systems view (2005:2) memberikan penekanan bahwa PJJ adalah “pembelajaran terencana yang berlangsung secara terpisah dengan pendidiknya, memerlukan desain dan teknik pembelajaran yang khusus, berkomunikasi melalui berbagai teknologi, serta menggunakan struktur organisasi dan administrasi yang khusus”. Berdasarkan pada definisi tersebut, setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu di garis bawahi dan mendapat perhatian dalam PJJ di SMK:
  1. penekanan pada pembelajaran, bukan pengajaran, sehingga Peserta Didik lah yang belajar bukan pendidik mengajar;
  2. pembelajaran terjadi secara terencana dan terorganisasi;
  3. pembelajaran terjadi pada ruang (dan/atau waktu) terpisah dari kegiatan pengajarannya;
  4. keterpisahan ruang dan/atau waktu antara peserta didik dan pengajar menjadikan peserta didik harus memiliki kemampuan belajar mandiri;

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefinisikan Pendidikan jarak jauh sebagai pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

Secara konsepsi tentunya tujuan pendidikan Jarak Jauh sangat baik, namun yang menjadi kendala yang harus segera dijawab adalah beberapa permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana pendidikan jarak jauh tersebut dapat diterapkan di SMK, yang secara undang-undang telah mengamanatkan bahwa SMK untuk mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu?
  2. Bagaimana menanamkan pendidikan karakter atau karakter kerja kepada siswa sementara proses pembelajaran sangat terbatas untuk bertatap muka?
  3. Sejauh mana standar kompetensi lulusan dapat dicapai jika pembelajaran praktik tidak bisa berjalan efektif?

Berdasarkan data Sakernas BPS tahun 2018 diketahui bahwa tingkat pengangguran terbuka untuk penduduk dengan usia antara 18 hingga 25 yang merupakan lulusan SMK di Jawa Barat mencapai 16.27%. Dari 34 provinsi yang tersebar, Jawa Barat menjadi propinsi menyumbang pengangguran SMK tertinggi Pertama di Indonesia. Uniknya tingginya angka pengangguran ini tidak menyurutkan langkah provinsi untuk melaksanakan PJJ di SMK. Bagaimana efektifitas pelaksanaan SMK PJJ di propinsi dengan penyumbang angka pengangguran tertinggi tersebut? Efektifkah PJJ SMK dilaksanakan, sementara permasalahan pengangguran terbesar pada SMK reguler masih belum terselesaikan?

Tujuan kajian evaluasi kebijakan ini adalah untuk mendiskripsikan dan memberikan gambaran terkait dengan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan jarak jauh yang diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan. Diharapkan informasi yang dihasilkan dapat menjadi suatu pertimbangan bagi pihak yang terkait dalam proses pembuatan rekomendasi dan perumusan kebijakan terkait dengan peningkatan dan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.

Evaluasi kebijakan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan bahan masukan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam rangka mengambil kebijakan di bidang Pendidikan, khususnya Pendidikan SMK. Untuk pembaca, evaluasi kebijakan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai referensi atau pembanding bagi kajian kebijakan berikutnya serta dapat memberikan landasan untuk kajian kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam mengembangkan sistem pendidikan menjadi lebih baik.
Selengkapnya mengenai isi dan susunan berkas paper Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Sekolah Menengah Kejuruan ini, silahkan lihat pada file preview dan download pada link di bawah ini.

File Preview:



Download File:

Belum ada Komentar untuk "Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel