Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019

Berikut ini berkas mengenai Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019. Download file format PDF. Berkas ini merupakan salah satu Vocational Education Policy, White Paper yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK - Dirjen Dikdasmen - Kemdikbud RI.

Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019
Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019

Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019

Ketenagakerjaan merupakan isu penting dalam sebuah aktifitas bisnis dan perekonomian Indonesia. Hal ini tak lain karena angkatan kerja, penduduk yang bekerja, dan angka pengangguran, merupakan modal bagi geraknya roda pembangunan. Dengan keterampilan yang telah dimiliki, lulusan sekolah kejuruan (SMK) sebagai tenaga kerja baru diharapkan dapat segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Namun, pada kenyataannya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan TPT pendidikan lainnya. Kajian kebijakan ini membahas tentang ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya untuk lulusan SMK, dengan memanfaatkan data dari survei ketenagakerjaan yang dilakukan oleh BPS. Kajian ini menunjukkan bahwa kontribusi lulusan SMK yang menganggur terhadap pengangguran nasional selalu meningkat untuk tiap tahunnya dengan jurusan teknik otomotif menjadi kontributor pengangguran terbesar. Secara umum, sebagian besar lulusan SMK bekerja di industri perdagangan dan manufaktur dengan pekerjaan sebagai pekerja produksi, operator alat-alat angkut dan pekerja kasar menjadi jenis pekerjaan utama. Lulusan kejuruan juga lebih menyukai pekerjaan formal dibandingkan dengan pekerjaan non-formal. Selain itu, gaji rata-rata buruh/karyawan/pegawai lulusan SMK lebih rendah dari rata- rata nasional. Pekerja lulusan SMK dengan upah rata-rata tertinggi adalah pekerja di bisnis pertambangan sedangkan upah terendah diperoleh oleh pekerja dalam jasa pendidikan. Mayoritas populasi lulusan SMK yang bekerja mendapat jaminan sosial dan memiliki jam kerja yang cukup tinggi, yaitu 35 hingga 48 jam per minggu.

Indonesia tengah memasuki era bonus demografi yang ditandai dengan menurunnya rasio perbandingan antara jumlah penduduk nonproduktif (usia kurang dari 15 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap jumlah penduduk produktif (usia 15-64 tahun) [KEMENPPPA, 2018]. Menurut Gribble dan Bremner (2012), bonus demografi yang diawali dengan perubahan struktur demografi penduduk dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara apabila dipersiapkan dengan tepat. Salah satu langkah yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan bonus tersebut adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja dalam mengahadapi bonus demografi. Jika SDM yang dimiliki berkarakter sehat, cerdas, dan produktif maka akan berakibat positif pada peningkatan pendapatan daerah maupun nasional yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun sebaliknya, bencana demografi akan terjadi jika SDM yang tersedia tidak berkualitas sehingga akan membuat orang-orang diusia produktif menjadi pengangguran, mengingat lapangan kerja yang terbatas dan akan meningkatkan persaingan antar pencari kerja.

Kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan maupun dengan peningkatan pelatihan formal. SMK sebagai salah satu sekolah vokasional berperan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan SMK memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan umum, baik ditinjau dari kriteria pendidikan, substansi pelajaran, maupun lulusannya (Ngadi, 2014). SMK merupakan jenis pendidikan menengah yang secara khusus mempersiapkan tamatannya untuk menjadi tenaga ahli, terampil dan siap terjun ke dalam masyarakat sesuai dengan bidang studi yang diminati (Widodo, 2016). Sehingga, terdapat harapan besar bahwa seluruh lulusan SMK dapat tertampung ke dalam pasar kerja (LD FEB UI, 2017).

Dalam rangka menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja pada era persaingan bebas, pendidikan kejuruan dituntut meningkatkan kualitas pendidikan serta mengembangkan konsep pembelajaran yang memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan keahlian atau kompetensi. Salah satu pertanyaan yang perlu dikaji adalah bagaimana relevansi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) terhadap dunia kerja. Oleh sebab itu, kajian kebijakan ini mengupas tentang ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya untuk lulusan SMK di tahun 2018. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terperinci tentang profil, gambaran, kondisi, pola dan kecenderungan lulusan SMK dalam pasar kerja.

Tujuan kajian kebijakan ini adalah untuk mendiskripsikan dan mengevaluasi tentang keadaan ketenagakerjaan Indonesia, khususnya pada penduduk yang menamatkan pendidikan SMK. Diharapkan bahwa informasi yang dihasilkan dapat menjadi suatu pertimbangan bagi pihak yang terkait dalam proses pembuatan rekomendasi serta dapat dijadikan perumusan kebijakan dalam peningkatan sumber daya manusia guna mempersiapkan tamatan lulusan SMK untuk menjadi tenaga ahli dan terampil yang siap kerja.

Kajian kebijakan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan bahan masukan bagi pemerintah dalam rangka mengambil kebijakan di bidang ketenagakerjaan Indonesia, khususnya untuk lulusan SMK. Untuk pembaca, kajian kebijakan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai referensi atau pembanding bagi kajian kebijakan berikutnya serta dapat memberikan landasan untuk kajian kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Selengkapnya mengenai isi dan susunan berkas paper Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019 ini, silahkan lihat pada file preview dan download pada link di bawah ini.

File Preview:



Download File:

Belum ada Komentar untuk "Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018-2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel