Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK

Berikut ini berkas mengenai Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK. Download file format PDF. Berkas ini merupakan salah satu Vocational Education Policy, White Paper yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK - Dirjen Dikdasmen - Kemdikbud RI.

Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK
Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK

Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK

Perkembangan zaman di era globalisasi secara tak langsung telah mengubah gaya serta pola hidup sebagian masyarakat. Perubahan gaya hidup tersebut menyebabkan munculnya berbagai macam permasalahan kesehatan, tak hanya pada orang tua, namun pada anak-anak dan remaja. Banyaknya permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah diakibatkan kurangnya pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan bersih dan sehat yang diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik. Kajian kebijakan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksaan sekolah sehat untuk mencetak generasi yang hebat, yaitu generasi yang cerdas, sehat dan berkualitas. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa untuk menciptakan generasi tersebut, sekolah perlu melakukan pendidikan, pelayanan dan pembinaan kesehatan guna mewujudkan sekolah sehat. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat terhadap seluruh civitas akademik serta diikuti dengan perlombaan kelas sehat. Pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan UKS dan puskesmas yang ada di sekotar sekolah. Sementara, pembinaan lingkungan sekolah sehat dapat dilakukan dengan menciptakan apotek hidup, pengelolaan sampah dan penyediaan jamban yang bersih dan sehat.

Latar Belakang

Gaya hidup masyarakat dunia, baik di negara industri maupun di negara berkembang, berubah seiring dengan perkembangan zaman. Pada era globalisasi seperti sekarang, masyarakat dituntut agar bergerak lebih cepat dan praktis sehingga membuat orang lebih menyenangi gaya hidup yang serba instan. Salah satu permasalahan yang timbul akibat perubahan gaya hidup ini adalah munculnya berbagai penyakit yang menyerang. Berdasarkan penelitian Wardle (1997), di antara sejumlah perilaku yang tidak sehat, pola makan merupakan salah satu faktor utama tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh kanker dan jantung koroner. Hamburg dalam Bennet & Murphy (1997) juga mendukung penelitian tersebut dengan menyatakan bahwa 50% prematur di negara bagian barat pun disebabkan oleh faktor gaya hidup.

Permasalahan kesehatan tidak hanya menyerang para orang dewasa, anak -anak dan remaja pun tak lepas dari perubahan tersebut. Menurut Perkiraan Kesehatan Global WHO, lebih dari 1,7 juta anak- anak dan remaja berusia 5-19 tahun meninggal pada tahun 2016. Sebagian besar kematian ini terjadi karena penyebab yang bisa diobati atau dicegah seperti cedera jalan, tenggelam, melukai diri sendiri atau penyakit diare. Pada saat yang sama beban penyakit tidak menular (NCD), dan risiko faktor, terus tumbuh dalam populasi ini. Misalnya, prevalensi obesitas telah meningkat secara signifikan dari kurang dari 1% pada tahun 1975 menjadi hampir 6% di antara semua anak perempuan (50 juta) dan 8% di antara semua anak laki-laki (74 juta) secara global pada tahun 2016. Selain itu, seperempat dari beban penyakit dapat dikaitkan dengan lingkungan risiko seperti polusi udara, air yang tidak aman, sanitasi, kebersihan yang tidak memadai, serta paparan bahan kimia.

Banyaknya permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah diakibatkan kurangnya pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan pada tahun 2013, diperoleh bahwa perilaku yang kurang baik pada anak sekolah yaitu sebanyak 66.9% kurang melakukan aktivitas fisik, sebanyak 71.5% dan 87.5% anak tidak menggosok gigi sebelum tidur malam dan makan pagi, sebanyak 82.6% anak tidak cuci tangan dengan benar serta 32.8% anak memiliki perilaku BAB yang tidak benar. Menyikapi hal tersebut, sangatlah penting bagi anak melakukan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meminimalkan penyakit yang mungkin terjadi pada anak. Sekolah sebagai tempat belajar, tidak saja perlu mendukung berlangsungnya proses belajar dan mengajar yang baik, namun juga perlu menciptakan lingkungan bersih dan sehat, yang diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik. Lingkungan sekolah sehat, tentu akan sangat mendukung pencapaian tujuan pendidikan Nasional yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 3.

Data global tentang kematian dan morbiditas anak-anak dan remaja mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja memiliki kebutuhan yang signifikan untuk promosi kesehatan, pencegahan dan layanan perawatan kesehatan. Sekolah menempati kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan karena sebagian besar anak-anak usia 5-19 tahun mengenyam pendidikan dalam jangka waktu yang cukup lama (Kementerian Pendidikan Nasional RI, 2011). Dalam prosesnya, anak sekolah kemungkinan besar akan terpapar dengan berbagai macam lingkungan di sekitarnya dan pengaruh dari teman sebaya yang memungkinkan anak mengalami berbagai macam penyakit (Zaviera, 2008). Anak-anak dan remaja terlalu sering terpapar risiko, yang mungkin memiliki konsekuensi kesehatan yang parah selama masa dewasa.

Sebagai suatu institusi pendidikan, sekolah mempunyai peranan dan kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan. Sekolah mendukung pertumbuhan dan perkembangan alamiah seorang anak sebab di sekolah seorang anak dapat mempelajari berbagai pengetahuan termasuk kesehatan. Promosi kesehatan di sekolah merupakan suatu upaya untuk menciptakan sekolah menjadi suatu komunitas yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekolah melalui 3 kegiatan utama, yaitu penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, pemeliharaan dan pelayanan di sekolah, dan upaya pendidikan yang berkesinambungan yang terangkum dalam trias UKS (Nugraheni, 2018). Promosi kesehatan di sekolah membantu meningkatkan kesehatan siswa, guru, karyawan, keluarga serta masyarakat sekitar, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih produktif. Dengan mempromosikan perilaku sehat sejak dini melalui peraturan-peraturan yang diterapkan di sekolah, akan menguntungkan tidak hanya bagi anak-anak sendiri tetapi juga bagi keluarga, teman sebaya dan kelompok yang lebih luas. Selain itu, sekolah sebagai wadah berkumpulnya kelompok anak- anak usia sekolah dianggap sebagai platform yang strategis guna menyampaikan layanan pencegahan dan perawatan kesehatan. Karena itu, sekolah dituntut untuk menyediakan cara yang efisien dan efektif untuk menciptakan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berkualitas.

Salah satu unsur yang sangat penting dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah melalui Pendidikan. Melalui pendidikan, seseorang akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang akan dapat digunakan untuk dapat berkonstribusi dalam pembangunan maupun ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya. Untuk dapat mencetak peserta didik menjadi generasi yang cerdas, sehat dan berkualitas, maka perlu langkah-langkah yang tepat diambil sejak awal perkembangan masa kanak-kanak dan berkelanjutan hingga masa remaja dan dewasa. Kajian kebijakan ini memberikan panduan bagaimana sekolah dapat turut serta berperan aktif untuk menanamkan pola hidup yang sehat dengan diawali pembelajaran lingkungan sekolah yang bersih dan juga sehat. Hasil kajian ini diharapkan memberikan informasi tambahan kepada pihak yang terkait untuk menerapkan sekolah sehat untuk mewujudkan sumber daya yang hebat.

Tujuan

Tujuan kajian kebijakan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pelaksaan sekolah sehat untuk mencetak generasi yang hebat. Informasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak yang terkait dalam proses pembuatan rekomendasi terkait pelaksanaan SMK sehat, SMK hebat.

Manfaat

Kajian kebijakan ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam rangka mengambil kebijakan terkait penciptaan lingkungan yang sehat dalam sekolah sebagi upaya untuk mencetak generasi yang hebat. Untuk pembaca, kajian kebijakan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai referensi atau pembanding bagi kajian kebijakan berikutnya serta dapat memberikan landasan untuk kajian kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Selengkapnya mengenai isi dan susunan berkas paper Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK ini, silahkan lihat pada file preview dan download pada link di bawah ini.

File Preview:



Download File:
Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK.pdf
Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

Belum ada Komentar untuk "Menciptakan Kehidupan Sehat di Lingkungan SMK"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel